Artikel-artikel Pendidikan Anak Usia Dini

Talk and share “Excellent Guide for Our Kids”

By Yanti Depe on February 5th, 2010
1

Ingin anak anda cerdas dan bahagia?

Orangtua dan pendidik adalah pendamping dalam masa perkembangan anak-anak. Komunikasi yang efektif akan meningkatkan kemampuan emosi sosial anak. Kinerja otak yang optimal akan menghasilkan perkembangan anak yang maksimal. Akan tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung jika tidak ada kesadaran orangtua dan pendidik untuk melakukan evaluasi, apakah komunikasi yang berjalan selama ini sudah efektif? Bagaimana mengatasi masalah-masalah yang sering terjadi pada masa anak-anak? apakah kinerja otak anak kita sudah maksimal? Bagaimana caranya agar kinerja otak anak optimal??

Schema present :

Talk and share “ Excellent Guide for Our Kids”
Sabtu, 20 Februari 2010
09.00 wib – 15.00 wib
Auditorium Pusat Studi Jepang
Universitas Indonesia, Depok

Read & Comment ›››

Posted in

Sharing tentang Hypnoparenting

By Yanti Depe on February 5th, 2010
0

Untuk siapa saja yang penasaran sama yang namanya Hypnoparenting dan NLP (Neuro Linguistic Programming)

Ada satu lagi sahabat yang berbaik hati untuk datang dan berbagi ilmu maupun pengalamannya di acara seminar/sharing ortu bulanan Sekolah Bintang Bangsaku

Siapa orangnya?

Namanya Fanny Herdina, M.Si, Psi, CHt (alumnus Psikologi UGM (S1) dan Psikologi UI (S2))

tahu dong kompetensinya seperti apa … kalau penasaran, add aja ibu Fanny di FB … ada koq orangnya …

Read & Comment ›››

Posted in

PERKEMBANGAN ANAK TK DAN KEBUTUHAN BERMAINNYA

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
2
Karakteristik Fisik Kegiatan Bermain yang diButuhkan
  • Perkembangan agak lambat dibandingkan periode sebelumnya
  • Otot-otot besar lebih dulu dan berkembang
Pengalaman dalam berbagai aktivitas untuk kekuatan, kecepatan, kepekaan, mengelak, berputar dan keseimbangan
Koordinasi mata dan tangan belum sempurna dan sedang berkembang Pengalaman dalam berbagai gerakan melempar, menangkap, dan lari
Cepat lelah, tetapi cepat pulih lagi Kegiatan-kegiatan diusahakan singkat lalu istirahat
Waktu reaksi lambat Kegiatan yang bervariasi agar mereka mempunyai peluang untuk memilih
Anak yang cenderung melakukan hal-hal yang berbahaya Permainan-permainan yang sedikit mengandung bahaya
KARAKTERISTIK SOSIAL EMOSIONAL KEGIATAN BERMAIN YANG DIBUTUHKAN
Individual, egosentrik, ingin semaunya sendiri Bermain dalam kelompok kecil. Memahami kemampuan sendiri dan teman seregunya
Hasrat besar terhadap hal-hal yang bersifat drama, khayal dan meniru-niru sesuatu yang berirama Permainan yang mengembangkan imajinasi seperti meniru gerakan-gerakan hewan, alam, orang-orang yang bekerja, gerakan dengan irama (ritmik)
Ingin berpartisipasi, senang menjadi pusat perhatian Bermain dalam kelompok kecil dan adanya giliran untuk berperan
Kemampuan memusatkan perhatian dan kemampuan berpikir terbatas Bermain dengan peraturan yang sederhana dengan waktu yang tidak terlalu lama.
Hasrat berkreasi tinggi Permainan yang memberi peluang untuk pengembangan kreativitas

MOTORIK HALUS

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
2

Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)

Perkembangan motorik halus anak penting bagi masa depannya kelak. Orang tua bisa mengoptimalkannya sejak dini?

“Atu, ua, iga, berhacil”! Andi (2,5 tahun) berteriak girang setelah menyusun empat baloknya. Keberhasilan Andi memang bukan hal yang luar biasa. Tapi, ini merupakan bagian dari pencapaian perkembangan motorik halus yang sangat penting.

Kemampuan motorik halus adalah kemampuan seorang anak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengendalian gerak dan kemampuan memusatkan perhatian. Semakin muda usia anak, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk berkonsentrasi pada kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan motorik halus. Read & Comment ›››

MENONTON

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
0
Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)
  • Yang sering ditonton  anak-anak adalah kartun
  • Pastikan diseimbangkan kegiatan menonton dengan aktifitas yang lain
  • Pastikan tayangan yang mendidik dan bervariasi
  • Pastikan tayangan yang sesuai usia, bebas dari kekerasan dan steterotype gender yang salah

Media (TV) menjadi positif, bila

  1. Ada muatan edukatif
  2. Ada unsur entertaint, dalam arti  jika anak-anak dihibur ada olah rasa yang terjadi dan mendapatkan keceriaan dan pencerahan
  3. Dikonsumsi secara proporsional
  4. Pendampingan, ada tempat bertanya Read & Comment ›››

MEMBACA

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
0
Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)
  • Yang sering dibaca anak-anak adalah komik dan cerita bergambar
  • Pastikan diseimbangkan kegiatan membaca dengan aktifitas yang lain
  • Pastikan bacaan bervariasi
  • Pastikan bacaan sesuai usia, bebas dari kekerasan dan steterotype gender yang salah

Bisa membaca di usia dini mungkin bukanlah segalanya. Ada hal yang lebih penting dari kemampuan membaca, yang justru agak sering terlewatkan, yaitu bagaimana membuat anak-anak senang dengan buku dan kegiatan membaca. Jika pembentukan kebiasaan membaca kurang dibangun, tak jarang, ada anak yang sudah bisa membaca tetapi tidak tertarik dengan buku.
Akan tetapi, tidaklah pula berlebihan jika orang tua mulai menyediakan media belajar membaca (apapun itu) pada saat anak-anak terlihat begitu antusias dengan buku dan kegiatan membaca, meskipun mereka masih berusia balita atau bahkan batita. Kontroversi tentang hal tersebut memang masih selalu hangat dibicarakan dan tak pernah ada habisnya dari waktu ke waktu. Beberapa pihak bahkan melarang orang tua atau guru untuk mengajarkan keterampilan membaca pada usia dini, dengan alasan takut anak-anak jadi terbebani, sehingga mereka menjadi benci dengan kata “belajar”. Read & Comment ›››

BERNYANYI

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
0

Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)

Ada dua bentuk

  1. Bernyanyi pasif: artinya anak hanya mendengarkan suara nyanyian dan musik dan menikmatinya tanpa terlihat secara langsung dalam kegiatan nyanyian
  2. Bernyanyi aktif: artinya anak melakukan secara langsung kegiatan menyanyi, baik melakukan sendiri, mengikuti atau bersama-sama

Manfaat bernyanyi

  1. Memberikan suasana tenang
  2. Mengasah emosi
  3. Membantu menguatkan daya ingat
  4. Mengasah kemampuan apresiasi, improvisasi, imajinasi dan kreasi
  5. Sebagai alat bantu belajar Read & Comment ›››

BERCERITA / MENDONGENG

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
2
Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)
  • Bercerita adalah penggambaran tentang sesuatu secara verbal. Bercerita merupakan stimulus yang dapat membangkitkan anak terlibat secara mental
  • Melalui bercerita, anak di ajak berkomunikasi, berfantasi, dan berkhayal serta mengembangkan kognitifnya. Aktivitas mental anak dapat melambung, melanglang buana melampaui isi cerita itu sendiri. Dengan bercerita juga melatih perkembangan emosi anak

Bercerita dapat dilaksanakan dalam beberapa bentuk

  1. Bercerita tanpa alat peraga, hanya mengandalkan kemampuan verbal orang yang memberikan cerita
  2. Bercerita dengan menggunakan alat peraga seperti boneka, gambar, atau benda peraga dll
  3. Bercerita dengan menggunakan buku cerita
  4. Bercerita dengan menggunakan bahasa isyarat atau gerakan
  5. Bercerita melalui alat pandang dengar yaitu berupa kaset, TV, dsb Read & Comment ›››

PERMAINAN GERAKAN

By Yanti Depe on February 3rd, 2010
5

Penulis : Hirmaningsih (Dosen UIN Pekanbaru)

Yang perlu diperhatikan;

♦       Waktu

♦       Beban / kerumitan

♦       Alur gerakan (sederhana sampai kompleks)

Tingkatan kesulitan gerakan

  1. Cara berjalan, mengangkat tangan / kaki dan berlari perorangan
  2. Berjalan dan berlari secara bersama (berdua)
  3. Berjalan, berlari dengan berbagai cara (lebih dari dua)
  4. Melompat ke berbagai arah secara individual
  5. Melompat ke berbagai arah secara bersama (dengan teman)
  6. Gerakan kombinasi berjalan, berlari, melompat secara individual
  7. Gerakan tubuh dengan alat bantu
  8. Melakukan gerakan-gerakan fantasi menurut cerita (senam fantasi)
  9. Melakukan gerakan-gerakan tubuh berdasarkan lirik lagu (gerak dan lagu) Read & Comment ›››

Everybody has an apple tree in his life

By Yanti Depe on February 2nd, 2010
0

Anak Laki-laki dan Pohon Apel

Dahulu kala, ada sebuah pohon yang sangat besaryang mencintai seorang anak laki-laki yang sering datang dan bermain di dekatnya setiap hari. Anak itu memanjat ke puncak pohon, memakan apel-apelnya, dan tidur siang di bawah naungan pohon. Anak itu mencintai si pohon sebagaimana Si Pohon padanya!

Waktu berlalu … Read & Comment ›››

Posted in